Kedudukan Accelerated Learning: Pendekatan, Model, atau Metode?
Memahami Kedudukan Accelerated Learning dalam Pendidikan
Di kalangan pendidik dan praktisi pendidikan, istilah accelerated learning sudah sangat populer. Namun, sebuah pertanyaan mendasar sering kali muncul: Sebenarnya, apa kedudukan accelerated learning itu? Apakah ia sebuah model, metode, pendekatan, atau sekadar teknik belajar?
Kebingungan ini sangat wajar terjadi. Dalam literatur pendidikan, istilah-istilah tersebut sering digunakan secara bergantian, padahal masing-masing memiliki makna dan hierarki yang sangat berbeda. Memahami kedudukan sebenarnya dari accelerated learning akan membantu guru dan instruktur merancang pembelajaran yang lebih terarah dan efektif.
Artikel ini akan membedah secara mendalam di mana tepatnya posisi accelerated learning berada dalam piramida strategi pembelajaran, berdasarkan kajian teori pendidikan modern.
Hierarki Istilah dalam Pembelajaran
Sebelum kita membedah kedudukan accelerated learning, kita harus menyamakan persepsi mengenai hierarki perencanaan pembelajaran. Menurut para ahli pendidikan, urutan dari yang paling luas hingga yang paling spesifik adalah sebagai berikut:
- Pendekatan (Approach): Titik tolak atau sudut pandang filosofis kita terhadap proses pembelajaran. (Contoh: Student-centered atau Teacher-centered).
- Model Pembelajaran: Kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar. Model adalah "bungkus" dari pendekatan, metode, dan teknik.
- Strategi Pembelajaran: Rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
- Metode Pembelajaran: Cara praktis atau prosedur yang digunakan untuk mengimplementasikan strategi di dalam kelas. (Contoh: Diskusi, ceramah, tanya jawab).
- Teknik/Taktik Pembelajaran: Gaya spesifik seseorang dalam melaksanakan metode tertentu.
Lalu, di mana letak accelerated learning dalam hierarki ini?

Accelerated Learning Sebagai Sebuah Pendekatan (Approach)
Pada esensi paling dasarnya, Accelerated Learning adalah sebuah Pendekatan Pembelajaran (Learning Approach).
Mengapa disebut pendekatan? Karena accelerated learning memberikan filosofi, sudut pandang, dan prinsip dasar tentang bagaimana manusia seharusnya belajar. Pendekatan ini memandang bahwa belajar haruslah alamiah, melibatkan seluruh panca indera (multisensori), bebas dari stres, dan ramah terhadap cara kerja otak (brain-friendly).
Sebagai sebuah pendekatan, ia tidak mengikat Anda pada satu langkah-langkah baku tertentu. Ia bertindak sebagai "payung besar" yang menaungi berbagai prinsip psikologi dan neurologi. Guru yang menggunakan pendekatan ini akan selalu memastikan kelasnya menyenangkan, siswa terlibat aktif, dan materi disajikan sesuai dengan gaya belajar siswa (Visual, Auditori, Kinestetik).
Accelerated Learning Sebagai Model Pembelajaran
Meskipun secara filosofis ia adalah sebuah pendekatan, dalam perkembangannya, para ahli telah mensistematisasi accelerated learning menjadi kerangka langkah yang konkret. Ketika prinsip-prinsip ini disusun menjadi sintaks (fase-fase berurutan) yang baku di ruang kelas, maka ia berubah kedudukannya menjadi Model Pembelajaran.
Salah satu tokoh yang berhasil merumuskan accelerated learning menjadi sebuah model pembelajaran yang terstruktur adalah Colin Rose. Ia menciptakan model pembelajaran berbasis accelerated learning yang dikenal dengan singkatan MASTER:
- Motivating Your Mind (Memotivasi Pikiran): Membangun mood dan kondisi relaks.
- Acquiring the Information (Memperoleh Informasi): Menyerap materi melalui berbagai indera.
- Searching Out the Meaning (Mencari Makna): Eksplorasi materi dengan permainan atau mind mapping.
- Triggering the Memory (Memicu Memori): Menyimpan informasi ke memori jangka panjang.
- Exhibiting What You Know (Memamerkan Pengetahuan): Menguji pemahaman, misalnya dengan role-play atau presentasi.
- Reflecting on How You've Learned (Mengevaluasi Proses Belajar): Refleksi apa yang berjalan baik dan apa yang perlu diperbaiki.
Selain MASTER, ahli lain bernama Dave Meier juga merumuskan model SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) sebagai bentuk implementasi accelerated learning di kelas. Ketika Anda menggunakan sintaks MASTER atau SAVI ini dalam RPP Anda, maka Anda sedang menggunakan accelerated learning sebagai sebuah model pembelajaran.
Mengapa Accelerated Learning Bukan Sekadar Metode?
Banyak orang salah kaprah dengan menyebutnya "Metode Accelerated Learning". Mengingat definisi metode adalah cara praktis dan spesifik (seperti diskusi, ceramah, atau praktikum), accelerated learning terlalu luas untuk dikerdilkan menjadi sekadar metode.
Alih-alih menjadi metode, accelerated learning menggunakan berbagai metode dan teknik untuk mewujudkan tujuannya.
Sebagai contoh, jika Anda menerapkan pendekatan accelerated learning, Anda akan memilih:
- Metode: Diskusi kelompok, project-based, atau simulasi (bukan ceramah pasif berjam-jam).
- Teknik: Menggunakan musik Barok untuk relaksasi, membuat Mind Map untuk mencatat, atau menggunakan Chunking (memecah materi).
Jadi, Mind Mapping atau Chunking adalah tekniknya, sedangkan Accelerated Learning adalah payung pendekatan yang menaunginya.
Fleksibilitas Tanpa Batas di Kurikulum Modern
Pemahaman tentang kedudukan ini sangat penting, terutama bagi guru yang mengimplementasikan kurikulum modern seperti Kurikulum Merdeka. Karena status utamanya adalah sebuah "pendekatan", accelerated learning sangat fleksibel untuk dikawinkan dengan model pembelajaran lain.
Anda bisa menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning), namun menyampaikannya dengan Pendekatan Accelerated Learning (memastikan proyeknya multisensori, diiringi musik relaksasi, dan menggunakan teknik memori). Ini menjadikannya alat yang sangat tangguh di tangan pendidik yang kreatif.
Kesimpulan
Untuk meluruskan kebingungan yang ada, kedudukan accelerated learning dapat disimpulkan ke dalam dua hal utama tergantung pada bagaimana ia digunakan:
- Pada dasarnya, ia adalah sebuah Pendekatan Pembelajaran (Approach) yang berlandaskan pada filosofi brain-friendly dan pelibatan multisensori.
- Ia dapat berfungsi sebagai Model Pembelajaran jika Anda menerapkan sintaks atau langkah-langkah terstruktur dari para ahli, seperti kerangka kerja MASTER dari Colin Rose atau SAVI dari Dave Meier.
Ia bukanlah sebuah metode tunggal, melainkan sebuah sistem komprehensif yang di dalamnya memanfaatkan berbagai metode (diskusi, permainan peran) dan teknik (peta pikiran, mnemonik, musik) untuk mempercepat proses penyerapan informasi.
FAQ (Frequently Asked Questions)
- 1. Jadi, apakah boleh menyebutnya "Metode Accelerated Learning"? Secara akademis, menyebutnya "metode" kurang tepat karena maknanya terlalu sempit. Jauh lebih tepat menyebutnya sebagai "Pendekatan" (Approach) atau "Sistem" pembelajaran.
- **2. Apa bedanya Pendekatan Accelerated Learning dengan Model Pembelajaran SAVI?**Accelerated learning adalah filosofi atau pendekatan besarnya, sedangkan SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) adalah salah satu "Model Pembelajaran" konkret yang diciptakan oleh Dave Meier untuk mempraktikkan filosofi accelerated learning tersebut di ruang kelas.
- 3. Bisakah Accelerated Learning digabungkan dengan Model Problem Based Learning (PBL)? Sangat bisa! Anda menggunakan PBL sebagai kerangka kerjanya (menyajikan masalah, diskusi kelompok, presentasi solusi), dan Anda menggunakan pendekatan accelerated learning untuk memastikan proses PBL tersebut dilakukan tanpa stres, menggunakan alat bantu visual yang kaya, dan diakhiri dengan relaksasi.
- 4. Jika saya hanya menggunakan mind mapping di kelas, apakah saya sudah menerapkan accelerated learning? Belum sepenuhnya. Mind mapping hanyalah salah satu "teknik". Jika Anda menggunakan mind mapping tetapi suasana kelas penuh tekanan, siswa ketakutan, dan guru mengajar secara otoriter, maka Anda belum menerapkan esensi pendekatan accelerated learning.
- 5. Mengapa penting bagi guru untuk membedakan istilah pendekatan, model, dan metode? Membedakan istilah ini membantu guru saat menyusun RPP atau Modul Ajar agar lebih sistematis. Guru menjadi tahu bahwa mereka harus menentukan pendekatan besarnya dulu, memilih model sintaksnya, lalu menentukan metode dan teknik eksekusi hariannya di kelas agar tujuan pembelajaran tercapai optimal.
Bagikan
Sejarah Accelerated Learning: Asal Usul & Perkembangannya
Pelajari sejarah lengkap accelerated learning dari penemuan Suggestopedia oleh Dr. Georgi Lozanov di tahun 1960-an hingga perkembangannya di era modern.
5 Cara Terapkan Accelerated Learning di Kurikulum Merdeka
Temukan cara efektif menerapkan accelerated learning di Kurikulum Merdeka. Tingkatkan potensi siswa dengan strategi belajar menyenangkan. Baca panduannya di sini!